Thursday, May 11, 2017

PT Purione Megatama Proses Demineralisasi Air

Proses Demineralisasi Air
Sebelum mengetahui apa itu proses demineralisasi air, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang zat pengotor air dan klasifikasi pengolahan air.

Zat Pengotor Air
Air menyerap zat-zat dalam perjalanan daur hidrologinya, sehingga menyebabkan air tersebut menjadi tidak murni lagi. Zat-zat itu disebut sebagai zat pengotor atau impurities. Zat pengotor dalam air pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu :
  1. Padatan Tersuspensi dalam Air
  2. Padatan tersuspensi merupakan istilah yang diberikan pada zat heterogen yang terkandung di dalam berbagai jenis air. Padatan tersuspensi memiliki ukuran partikel lebih besar dan dapat dilihat secara kasat mata, dapat dipisahkan secara fisika dengan cara sedimentasi. Padatan tersuspensi menyebabkan air menjadi keruh atau kotor dan bila digunakan sebagai air umpan ketel akan menyebabkan terbentuknya deposit, kerak dan atau busa.
  3. Padatan Terlarut
  4. Air merupakan pelarut yang baik, sehingga dapat melarutkan berbagai zat dari batu-batuan dan tanah yang terkontak dengannya. Bahan-bahan mineral yang dapat terkandung di dalam air karena kontaknya dengan batu-batuan tersebut, antara lain : CaCO3, MgCO3, CaSO4, MgSO4, NaCl, Na2SO4, SiO2 dan sebagainya. Air yang akan dipakai untuk pembangkit uap atau sistem pendingin mempunyai dua parameter penting yang merupakan akibat dari padatan terlarut, yaitu kesadahan dan alkalinitas.
  5. Gas Terlarut
  6. Berbagai gas dapat larut di dalam air, antara lain : CO2, O2, N2, NH3, NO2 dan H2S. Gas-gas yang terlarut tersebut pada umumnya tidak menimbulkan korosi kecuali CO2, O2 dan NH3. Karbon dioksida sesungguhnya adalah suatu asam jika bergabung dengan air, dan dengan demikian dapat menyerang logam. Oksigen terlarut dalam air merupakan penyebab utama terjadinya korosi pada ketel dan sistem pendingin. Penghilangan oksigen dari air umpan ketel dapat dilakukan dengan cara deaerasi secara fisik dan kimia.
Klasifikasi Pengolahan Air
I. Pengolahan Eksternal
Proses pengolahan secara eksternal berfungsi untuk memperbaiki kualitas air yang terdiri dari berbagai jenis, dan penerapan proses-proses tersebut disesuaikan dengan tujuan penggunaan air yang dikehendaki. Proses-proses tersebut digunakan untuk mengolah impurities tertentu dan pengolahan air secara eksternal ini dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu :

A. Proses Pendahuluan (PreTreatment)
Suspended solid dapat dihilangkan melalui proses klarifikasi (penjernihan) dengan menggunakan clarifier. Klarifikasi adalah proses pretreatment air permukaan untuk menghilangkan suspended solid dengan tahaptahap sebagai berikut :
- Koagulasi adalah proses penetralan muatan listrik negatif yang berada pada partikel-partikel halus yang terpisah. Bahan kimia yang digunakan adalah alumunium sulfat.
- Flokulasi adalah penggabungan partikel-partikel yang sudah distabilisasi menjadi partikel yang lebih besar yang dipercepat dengan penambahan polymer organic rantai panjang (bobot molekul tinggi) yang larut dalam air.
- Sedimentasi adalah suatu mekanisme dimana partikel yang sudah cukup besar tadi akan mengendap dan turun kebawah permukaan air yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi.

B. Proses Filtrasi
Proses ini khusus untuk menghilangkan zat padat tersuspensi. Proses filtrasi bertujuan untuk menahan zat-zat tersuspensi (suspended matter) dalam suatu fluida dengan cara melewatkan fluida tersebut melalui suatu lapisan yang berpori-pori. Fluida dapat berupa cairan (zat-zat tersuspensi dalam cairan/slurry) atau gas. Zat-zat tersuspensi dapat berukuran sangat halus atau kasar, kaku atau kenyal, berbentuk bulat atau sangat tidak beraturan. Produk yang dihasilkan dapat berupa filtrat atau padatan.

C. Proses Penurunan/Penghilangan Padatan Terlarut
Proses ini bertujuan untuk menghilangkan padatan terlarut (dissolved solid) tanpa menggunakan metoda pengendapan secara kimiawi (chemical precipitation). Dissolved solid dapat dihilangkan melalui proses demineralisasi.

D. Aerasi
Aerasi adalah proses mekanis pencampuran air dengan udara. Tujuan proses aerasi adalah :
- Membantu dalam pemisahan logam-logam yang tak diinginkan seperti Fe dan Mn.
- Menghilangkan gas-gas yang terlarut didalam air terutama yang bersifat korosif.
- Menghilangkan bau, rasa dan warna yang disebabkan oleh mikroorganisme.

II. Pengolahan Internal
Pengolahan air secara internal (internal water treatment) adalah proses penambahan/penginjeksian satu atau beberapa bahan kimia (chemicals) ke dalam air yang akan digunakan untuk proses maupun pendukung proses. Pengolahan air secara internal merupakan proses yang esensial, terlepas dari kenyataan apakah air itu sudah diolah sebelumnya. Oleh karena itu, pengolahan eksternal dalam beberapa hal tidak dilakukan, sehingga air dapat langsung diolah dengan cara pengolahan internal saja. Masalah-masalah umum yang membutuhkan pengolahan internal adalah : masalah korosi dan masalah pembentukan kerak.

Setelah penjernihan, maka perlu pula dilakukan pemurnian air yang bertujuan untuk mengurangi mineral dalam air. Proses yang banyak dipakai untuk tujuan ini adalah Water Softener atau Demineralisasi. Jika TDS <100 dan silica <10, maka softener dapat diaplikasikan. Tetapi untuk kandungan mineral yang tinggi, lebih cocok jika menggunakan demineralisasi.

Demineralisasi bekerja menurut prinsip penukaran ion. Proses Deminerlisasi ini banyak digunakan pada aplikasi seperti boiler tekanan tinggi, produksi komponen elektronik, sintesis obat-obatan, dan lain-lain. Proses Pertukaran Ion ini terdiri dari dua macam jenis yaitu Two Bed Demineralization yaitu proses pertukaran anion dan cation dalam dua tabung dan jenis Mixed Bed Demineralization yaitu proses pertukaran anion dan cation dalam satu tabung. Penukar ion lebih banyak digunakan karena biayanya lebih rendah dan kualitasnya sebanding dengan hasil proses distilasi.

Secara garis besar, prosesnya tergantung pada dua tahap reaksi :
- Tahap Pertama
Semua kation dihapuskan dan digantikan dengan H+, menggunakan penukar kation muatan hidrogen. - Tahap Kedua
Asam yang dihasilkan dihilangkan dengan penukar anion muatan hidroksida. Penukar kation diregenerasi dengan asam dan penukar anion dengan alkali. Reaksinya adalah :
Tahap Pertukaran Kation
Tahap Pertukaran Cation
Tahap Pertukaran Anion
Tahap Pertukaran Anion
Kontaminan utama air murni adalah silika. Silika dihilangkan dalam proses demineralisasi dengan penukar anion basa kuat dalam mode hidroksida. Jika unit sudah jenuh perlu dilakukan regenerasi agar proses pertukaran ion tetap berlangsung dengan baik.

Mixed Bed merupakan proses lebih lanjut dari kation anion exchanger sehingga didapat air demin yang lunak. Proses yang terjadi pada mixed bed exchanger sama seperti pada kation anion exchanger. Dalam Mixed Bed Exchanger terdapat resin kation dan anion yang berfungsi untuk menyempurnakan penghilangan ion-ion yang tersisa. Selama proses resin kation dan anion bercampur menjadi satu. Setelah mengalami kejenuhan, maka perlu dilakukan regenerasi dengan backwash untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang terdapat didalamnya. Kemudian pada saat idle (didiamkan) secara alami, resin kation akan tersusun di bagian bawah karena densitasnya lebih besar daripada resin anion. Baru kemudian di injeksikan sulfat dibagian atas dan caustik di bagian bawah.

Kelebihan Sistem Demineralisasi :
  1. Investasi awal yang dibutuhkan untuk proses ini lebih murah jika dibandingkan dengan aplikasi sistem pengolahan air lainnya seperti reverse osmosis.
  2. Aplikasi ini tidak membutuhkan terlalu banyak tempat untuk pemasangannya.
  3. Selektif dalam menghilangkan ion
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan Sistem Demineralisasi :
  1. Limbah Penukar Ion memiliki konsentrasi yang tinggi dan membutuhkan tempat pembuangan khusus
  2. Proses tidak berjalan mudah jika kadar zat terlarut dalam airnya tinggi
  3. Dibutuhkan pengolahan awal untuk sebagian besar air permukaaan
  4. Biaya yang dibutuhkan untuk proses regenerasi ataupun pergantian media resin jika dikalkulasikan untuk jangka waktu satu tahun cukup besar sehingga membutuhkan anggaran yang bersifat rutin atau regular.



Share :

Posted by : PT PURIONE MEGATAMA | Water Purification Equipment

PT Purione Megatama Tentang PT PURIONE MEGATAMA

PT PURIONE MEGATAMA adalah perusahaan spesialis yang bergerak dalam bidang penyedia peralatan untuk pengolahan air bersih dan air minum

Terima kasih sudah mengunjungi website kami, pada judul : Proses Demineralisasi Air. Jika ada pertanyaan, informasi produk dan harga, dapat menghubungi kami di No.Telp (021) 29553626 atau 082295308838 (Fast Response) atau Email ke : purione.megatama@gmail.com

Title : Proses Demineralisasi Air
Rating Value : 4, Best Rating : 5
Reviewed by : , Date Published :